ANALIS MARKET (03/3/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan

ria | Selasa, 3 Maret 2026 - 08:51

Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (02/03), IHSG ditutup melemah -218,65 poin (- 2,65%) ke level 8.016,83.

Pelemahan IHSG tidak lepas dari terkoreksinya saham-saham berkapitalisasi besar, seperti BREN (-5,47%), BMRI (-3,79%), ASII (- 5,62%), TPIA (-10,82%), BBCA (-2,09%), & BBRI (-2,30%).

Market masih terus memantau perkembangan perang antara Iran vs AS-Israel, dimana tensinya masih tinggi.

Ditutupnya selat Hormuz oleh Iran, membuat harga komoditas minyak mentah mengalami kenaikan cukup signifikan, dimana WTI tembus $72,18/barel dan Brent $79/barel.

Selain itu, komoditas emas ikut mengalami kenaikan seiring masih tingginya ketidakpastian global akibat adanya perang tersebut.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (-0,15%), S&P 500 (+0,01%), & Nasdaq (+0,36%).

Investor kembali beralih ke saham-saham teknologi besar yang memiliki kas yang melimpah seperti Nvidia dan Microsoft, yang masing-masing naik +2,9% dan +1,5%, karena yakin mereka mampu bertahan meski ada ketegangan di Timur Tengah.

Saham perusahaan pertahanan dan energi juga memberikan dukungan penting, dengan Northrop Grumman melonjak +6% dan Exxon Mobil naik +1,1% karena harga minyak tetap tinggi menyusul penutupan Selat Hormuz.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring meningkatnya ketegangan tensi geopolitik Timur Tengah, dimana AS-Israel menyerang Iran,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (03/3).

IHSG analisa market FAC Sekuritas