ANALIS MARKET (03/3/2026): IHSG Diproyeksikan Tertekan

ria | Selasa, 3 Maret 2026 - 08:43

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, diperdagangan kemarin (02/3), JCI anjlok signifikan sebesar -218 poin, didorong oleh aksi jual besar-besaran saham besar menyusul pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu rotasi modal investor ke komoditas energi dan logam mulia sebagai aset safe-haven di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Dari sektor Komoditas, harga minyak melonjak akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran gangguan pasokan di Strait of Hormuz.

Harga emas naik karena permintaan aset safe-haven setelah konflik United States–Iran memanas.

Harga tembaga melemah seiring penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil, yang dipicu konflik tersebut, sehingga menekan permintaan manufaktur global.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diproyeksikan tertekan di rentang 7,950-8,120 akibat eskalasi perang AS-Iran. Namun, rilis surplus neraca dagang dan inflasi yang stabil dapat menjadi penahan pelemahan lebih dalam. Rupiah diperkirakan melemah hari ini terimbas sentimen risk-off geopolitik. Ekspansi PMI Manufaktur domestik ke 53.8 belum cukup meredam kuatnya tekanan eksternal tersebut,” sebut analis KISI dalam riset Selasa (03/3).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu;

-BIPI - Technical Recommendation: SELL

Support 1: 252; Resistance 1: 308

Support 2: 236; Resistance 2: 332

-PPRE - Technical Recommendation: SELL

Support 1: 195; Resistance 1: 234

Support 2: 183; Resistance 2: 258

Disclaimer On

IHSG analisa market Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI)