Pasardana.id - Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (02/3), ditutup turun 2.65%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp491 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah MEDC, BBCA, BBNI, BMRI dan EMAS.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas rebound dari penurunan pada Senin (2/3). Pelaku pasar memanfaatkan pelemahan awal untuk melakukan aksi buy on dip setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu. Indeks acuan S&P 500 naik tipis 0,04%, Nasdaq Composite menguat 0,36%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,15%. Pemulihan Wall Street didorong sejumlah faktor utama. Pertama, harga minyak AS yang sempat melonjak tajam berbalik turun dari level tertingginya, sehingga meredakan kekhawatiran dampak perang terhadap ekonomi AS. Kedua, investor memborong saham-saham teknologi unggulan yang menjadi penggerak pasar, seperti Nvidia yang naik hampir 3% dan Microsoft naik lebih dari 1%. Presiden AS Donald Trump menyebut operasi militer tersebut sebagai ‘kesempatan terakhir dan terbaik’ untuk menghilangkan ancaman dari rezim Iran. Ia memperkirakan konflik dapat berlangsung empat hingga lima pekan, bahkan berpotensi lebih lama. Pejabat Iran bersumpah akan melakukan pembalasan keras. Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota seperti Dubai dan Abu Dhabi, menimbulkan kekhawatiran eskalasi konflik regional. Selain itu, saham sektor pertahanan turut mendorong indeks utama. Saham Northrop Grumman melesat 6%, sementara Lockheed Martin naik lebih dari 3%. Saham energi seperti Exxon Mobil dan Chevron juga menguat seiring kenaikan harga minyak.
Di sisi lain, Bursa saham Asia-Pasifik anjlok pada hari Senin (2/3), karena konflik antara Iran dan AS-Israel meningkat, menyusul kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan energi. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu (1/3), bahwa operasi tempur di Iran akan berlanjut setelah tiga personel militer AS tewas. Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,4%, indeks Topix melemah 1,02%. Sementara itu, saham Mitsubishi Heavy Industries melesat 4%, Kawasaki Heavy Industries naik 0,7%, dan IHI menguat 3% yang memiliki bisnis pertahanan. Sedangkan, indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis 0,02%, CSI 300 China menguat 0,4% dan Shanghai Composite naik 0,5%. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong menurun 2,14%. Pasar saham di Korea Selatan tutup karena hari libur nasional.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (03/3), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, "Jika IHSG kuat di support 8000, maka IHSG potensi untuk short term teknikal rebound hari ini. Tapi hati-hati jika break under 8000, IHSG akan tes support di 7940. Diperkirakan Support IHSG: 7940-7970 dan Resist IHSG: 8030-8050."
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ELSA, ANTM, BRMS, ESSA, BIPI, dan SMDR.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
ELSA Buy on Weakness dengan area beli di 965-980, cutloss di bawah 965. Target dekat di 1030-1100.
ANTM Spec Buy dengan area beli di 4540-4580, cutloss di bawah 4540. Target dekat di 4650-4720.
BRMS Spec Buy dengan area beli di 1000-1010, cutloss di bawah 990. Target dekat di 1030-1045.
ESSA Buy on Weakness dengan area beli di 690-710, cutloss di bawah 690. Target dekat di 760-790.
BIPI Spec Buy dengan area beli di 270, cutloss di bawah 264. Target dekat di 282-290.
SMDR Spec Buy dengan area beli di 422-428, cutloss di bawah 420. Target dekat di 434-450.
Disclaimer on