Pasardana.id - Neraca perdagangan Indonesia Januari–Desember 2025 kembali surplus.
Surplus ini melanjutkan 68 bulan secara beruntun sejak Mei 2020.
Berdasarkan penuturan Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (2/2/2026), nilai surplus sepanjang 2025 tersebut mencapai US$41,05 miliar.
Kontribusinya yang berasal dari surplus sektor nonmigas US$60,75 miliar, sementara sektor migas defisit senilai US$19,70 miliar.
BPS merinci, nilai ekspor Indonesia Januari–Desember 2025 mencapai US$282,91 miliar atau naik 6,15% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas naik 7,66% menjadi US$269,84 miliar.
Sementara pada Desember 2025, ekspor mencapai US$26,35 miliar, naik 11,64% dibanding Desember 2024.
Demikian juga dengan ekspor nonmigas Desember 2025 naik 13,72% menjadi US$25,09 miliar.
Di sisi lain, nilai impor Indonesia Januari–Desember 2025 mencapai US$241,86 miliar atau naik 2,83% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Sejalan dengan total impor, nilai impor nonmigas naik 5,11% menjadi US$209,09 miliar.
Sementara pada Desember 2025, impor mencapai US$23,83 miliar, naik 10,81% dibandingkan Desember 2024.
Demikian juga dengan impor nonmigas naik 12,46% menjadi US$20,48 miliar.