ANALIS MARKET (02/2/2026): IHSG Masih Rentan Koreksi

Ivan | Senin, 2 Februari 2026 - 07:23

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (30/1), IHSG ditutup naik 1.18%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.87 Triliun.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah TLKM, PTRO, BUMI, IMPC dan BBNI.

Sementara itu, Bursa Wall Street melemah pada Jumat (30/1), setelah Presiden AS Donald Trump mencalonkan mantan gubernur The Fed Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,36%, S&P 500 melemah 0,43% dan Nasdaq Composite menurun 0,94%. Di sisi lain, Warsh, yang sering mengkritik The Fed, dipandang sebagai pendukung suku bunga yang lebih rendah. Namun juga sebagai seseorang yang akan menahan diri dari pelonggaran yang lebih agresif yang dikaitkan dengan beberapa calon potensial lainnya. Warsh akan mengambil alih jabatan Ketua Fed saat ini, Jerome Powell, ketika masa jabatannya berakhir pada bulan Mei-26, jika ia mendapatkan persetujuan di Senat AS. Trump mengatakan tidak pantas untuk bertanya kepada Warsh apakah ia akan menurunkan suku bunga. Namun, Trump yakin Warsh cenderung menurunkan biaya pinjaman. Selain itu, data ekonomi menunjukkan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk permintaan akhir melonjak 0,5% bulan lalu, di atas perkiraan 0,2% dari ekspektasi, setelah kenaikan 0,2% yang tidak direvisi pada bulan November.

Di sisi lain, Bursa saham Asia Sebagian besar berada di zona merah pada perdagangan Jumat pekan lalu (30/1), seiring pelaku pasar mencerna sikap Presiden AS Donald Trump yang mendukung kesepakatan bipartisan untuk mencegah penutupan pemerintahan (government shutdown) serta pernyataannya bahwa ia telah menentukan kandidat untuk memimpin The Fed. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,10%, sedangkan Topix naik 0,59%. Di sisi lain, data inflasi inti konsumen Tokyo naik 2,0% pada periode Januari dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut melambat dari bulan lalu, namun sejalan dengan target Bank of Japan, sehingga meredakan tekanan terhadap bank sentral untuk segera mengetatkan kebijakan. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,06%, sedangkan Kosdaq melemah 1,29%. Sementara itu, Hang Seng Index Hong Kong menurun 2,08%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,65% dan Taiex Taiwan melemah 1,45%. Di sisi lain, Trump juga menyatakan berencana berbicara dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (02/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG masih rentan untuk koreksi sepanjang belum break di atas 8420. Diperkirakan Support IHSG: 8050-8220 dan Resist IHSG: 8400-8420.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: BUMI, IMPC, MEDC, BREN, ENRG, dan RMKO.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 234-250, cutloss di bawah 226. Target dekat di 270-280.

IMPC Buy on Weakness dengan area beli di 2120-2260, cutloss di bawah 2100. Target dekat di 2500-2700.

MEDC Buy on Weakness dengan area beli di 1430-1500, cutloss di bawah 1380. Target dekat di 1570-1600.

BREN Spec Buy dengan area beli di 8350-8450, cutloss di bawah 8100. Target dekat di 8650-9000.

ENRG Spec Buy dengan area beli di 1255-1265, cutloss di bawah 1210. Target dekat di 1335-1410.

RMKO Buy on Weakness dengan area beli di 925-1010, cutloss di bawah 915. Target dekat di 1115-1175.      

Disclaimer on

IHSG analisa market BNI Sekuritas