Mitratel Raih Pendapatan Rp7,01 T, Jaga Profitabilitas dan Perkuat Infrastruktur Digital

Adi | Jumat, 30 Oktober 2026 - 22:05

Pasardana.id- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (IDX: MTEL) alias Mitratel membukukan pendapatan sebesar Rp7,01 triliun hingga September 2026, tumbuh 1,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).

Perseroan juga mencatat laba bersih Rp1,55 triliun atau meningkat 0,8% YoY, dengan EBITDA mencapai Rp5,81 triliun dan margin sebesar 82,9%.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko mengatakan pencapaian tersebut didukung pengelolaan operasional yang disiplin, optimalisasi aset, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan.

"Perseroan juga terus menjaga kualitas pertumbuhan dan profitabilitas di tengah dinamika industri telekomunikasi," kata Theodorus, Jumat (30/10/2026).

Hingga September 2026, Mitratel mengoperasikan 40.704 menara telekomunikasi dengan 24.333 kolokasi dan total 65.037 tenant.

Tingkat tenancy ratio meningkat menjadi 1,60 kali dari 1,55 kali pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan ini mencerminkan optimalisasi pemanfaatan menara, terutama melalui penambahan kolokasi di luar Pulau Jawa.

Selain bisnis menara, segmen fiber optik juga menunjukkan pertumbuhan positif.

Billable fiber length Mitratel mencapai 76.761 kilometer atau tumbuh 13,3% YoY.

Pengembangan jaringan fiber optik tersebut semakin memperkuat portofolio infrastruktur perusahaan dalam memenuhi kebutuhan kapasitas jaringan dan konektivitas digital.

Mitratel juga mempercepat transformasi menuju Next-Generation TowerCo melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan marketing analytics tools.

Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, pemeliharaan aset, serta mengidentifikasi peluang kolokasi dan mengoptimalkan produktivitas infrastruktur.

Dalam memperluas bisnis, Mitratel mengembangkan sejumlah layanan baru, di antaranya Green Tower as a Service (GTAS) untuk mendukung efisiensi energi infrastruktur telekomunikasi serta pemanfaatan menara untuk layanan Fixed Wireless Access (FWA).

"Inisiatif tersebut diharapkan membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan nilai tambah aset perusahaan," ujar Theodorus.

Theodorus menegaskan, Mitratel akan terus memperkuat bisnis inti menara dan fiber optik, sekaligus mengembangkan kapabilitas serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan tenant dan operator telekomunikasi.

"Strategi pertumbuhan juga akan dijalankan dengan disiplin investasi dan memastikan setiap belanja modal memberikan kontribusi optimal bagi perusahaan," katanya.

Melalui optimalisasi aset, inovasi digital, pengembangan portofolio infrastruktur, dan kolaborasi dengan mitra industri, Mitratel berkomitmen memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi terdepan.

Langkah ini sekaligus mendukung ekspansi jaringan operator dan pemerataan konektivitas digital, khususnya di wilayah luar Pulau Jawa.

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Mitratel Kinerja keuangan Mitratel MTEL