Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (29/10), IHSG ditutup melemah 184,26 poin (-3,49%) ke level 5.098,06.
Pelemahan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian politik domestik akibat demonstrasi mahasiswa di sejumlah kota, yang mendorong investor mengurangi kepemilikan saham.
Tekanan semakin besar akibat aksi jual investor asing yang mencapai sekitar Rp1,08 triliun serta pelemahan rupiah hingga menyentuh Rp18.183 per dolar AS.
Selain itu, kekhawatiran terhadap tindak lanjut evaluasi MSCI terkait tata kelola pasar modal Indonesia turut menekan kepercayaan investor.
Dari eksternal, pelemahan bursa Asia, kekhawatiran terhadap besarnya belanja AI Perusahaan teknologi global, serta harga minyak yang bertahan di atas US$100 per barel memperburuk sentimen pasar.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,25%), S&P 500 (-0,31%), & Nasdaq (-1,38%).
Pelemahan tersebut terutama dipicu oleh kinerja keuangan Alphabet yang berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga sahamnya anjlok sekitar 12% dan menekan sektor teknologi secara luas.
Tekanan semakin besar setelah Alphabet mengindikasikan peningkatan belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), yang memicu kekhawatiran investor terhadap besarnya biaya investasi dibandingkan potensi keuntungan yang dihasilkan.
Sentimen negatif ini turut menjalar ke saham-saham teknologi dan semikonduktor karena pasar mulai mempertanyakan prospek imbal hasil dari investasi AI.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, disertai inflasi PCE yang masih meningkat, memperkuat kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah dan berpotensi menguji level psikologis 5.000. Tekanan diperkirakan berlanjut seiring kekhawatiran terhadap evaluasi MSCI, aksi jual investor asing, pelemahan rupiah, serta sentiment negatif dari pasar global. Meski demikian, peluang technical rebound tetap terbuka,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (30/10).