ANALIS MARKET (30/10/2026): IHSG Berpotensi Short Term Teknikal Rebound

Ria | Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:50

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS ditutup melemah pada perdagangan Kamis (29/10), seiring kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja AI. Sentimen negatif tersebut bersumber setelah kinerja pendapatan Alphabet meleset dari konsensus, di tengah rilis data inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,25%; S&P 500 melemah 0,30%; dan Nasdaq Composite berkurang 1,37%. Saham Alphabet anjlok 12,6% setelah perseroan melaporkan pendapatan kuartalan di bawah ekspektasi. Kekhawatiran investor juga meningkat karena perusahaan mempercepat pengeluaran kas untuk pengembangan AI. Sementara, saham Caterpillar turun 9,3% meskipun perseroan membukukan laba kuartalan di atas konsensus. Sedangkan, saham Eli Lilly menguat 6,6% setelah perseroan menaikkan proyeksi pendapatan, didukung penjualan obat penurun berat badan. Saham Ford juga melonjak 12,4% setelah pendapatan Q3 melampaui konsensus. Saham Merck naik 3,8% setelah perseroan membukukan kinerja di atas perkiraan, ditopang penjualan obat kanker Keytruda dan vaksin HPV Gardasil. Di sektor perangkat lunak, Fortinet dan ServiceNow masing-masing anjlok lebih dari 20% setelah merilis laporan keuangan kuartalan. Saham Marvell Technology merosot 13,2% menyusul laporan media mengenai pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi Lumentum Holdings, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi optik untuk pusat data.

Di sisi lain, Bursa Asia terkoreksi usai pengumuman pendapatan terkait AI memicu tanggapan yang sangat beragam, meningkatkan pertaruhan pada kinerja Amazon dan Intel yang akan dirilis hari ini. Pembakaran uang tunai yang besar dan kuat dari Alphabet membuat sahamnya turun 10%, menghapus hampir US$ 400 miliar dari nilai pasar. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,1%; dan Topix menguat 0,3%. Sedangkan, di China Daratan turun 1,03%; Hang Seng Hong Kong melemah 0,59%; TAIEX Taiwan terkoreksi 1,42%: dan KOSPI Korea Selatan berkurang 1,24%. Sementara, indeks ASX 200 Australia naik 0,5%; STI Singapura melemah 0,03%; KLCI Malaysia turun 0,17%; dan NZX 50 Selandia Baru menguat 0,14%. Di sisi lain, Bank of Canada menaikkan suku bunga pada hari Rabu untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun dan memperingatkan kenaikan lebih lanjut. Namun Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga stabil pada hari Kamis waktu setempat.

Sementara itu, IHSG kemarin (29/10) ditutup turun 3.5%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.52 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, BMRI, ANTM dan TLKM.

“IHSG potensi short term teknikal rebound hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 5050-5080 dan Resist IHSG: 5120-5180,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (30/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: CUAN, ENRG, TPIA, CTRA, KETR, dan HMSP.

Berikut ini trading plan-nya:

CUAN Buy on Weakness dengan area beli di 390-410, cutloss di bawah 390. Target dekat di 426-432.

ENRG Spec Buy dengan area beli di 640-665, cutloss di bawah 640. Target dekat di 675-705.

TPIA Spec Buy dengan area beli di 1325-1350, cutloss di bawah 1300. Target dekat di 1410-1460.

CTRA Spec Buy dengan area beli di 575, cutloss di bawah 570. Target dekat di 585-595.

KETR Spec Buy dengan area beli di 476, cutloss di bawah 470. Target dekat di 490-500.

HMSP Spec Buy dengan area beli di 635-645, cutloss di bawah 635. Target dekat di 655-675.

Disclaimer on

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) analisa market BNI Sekuritas