Penyaluran Kredit Bisa Tumbuh 10,75 Persen pada Tahun Ini

Adi | Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00

Pasardana.id- Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan penyaluran kredit baru pada 4Q26 diperkirakan meningkat.

Hal ini tercermin pada nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada 4Q26 yang sebesar 91,31%, lebih tinggi daripada triwulan sebelumnya yang sebesar 90,08%.

Pertumbuhan kredit tersebut terutama didorong oleh kredit modal kerja, kemudian kredit investasi dan kredit konsumsi (kredit multiguna).

Sementara penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan tetap tumbuh pada 4Q26.

Hal ini terindikasi pada nilai SBT sebesar 89,76%, lebih tinggi daripada triwulan sebelumnya.

Namun, nilai tersebut lebih rendah dibandingkan 4Q25.

Menurut jenis, instrumen tabungan dan giro diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sementara itu, instrumen deposito diperkirakan tumbuh lebih rendah daripada triwulan sebelumnya.

Di sisi lain, kebijakan penyaluran kredit pada 4Q26 diprakirakan lebih longgar dibandingkan triwulan sebelumnya yang meski masih relatif ketat.

Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) 4Q26 sebesar 0,15, lebih rendah dari kuartal sebelumnya.

Penurunan ILS tersebut sejalan dengan perkiraan penyaluran kredit baru yang semakin meningkat pada 4Q26.

Berdasarkan jenis kredit, standar penyaluran kredit yang lebih longgar tersebut diperkirakan didorong oleh Kredit Modal Kerja, Kredit Pemilikan Rumah, dan Kredit Pemilikan Apartemen.

Melihat data-data tersebut, Tim riset ekonomi Bank Mandiri, Kamis (29/10/2026) memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2026 sebesar 10,75% yoy (vs. 9,69% yoy pada 2025).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh implementasi investasi korporasi dan pemerintah yang disertai dengan permintaan kredit modal kerja di tahun 2026.

Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi daripada hasil survei Bank Indonesia 4Q26 yang memperkirakan outstanding kredit pada 2026 sebesar 8,2% yoy.

Sementara itu, pertumbuhan DPK pada 2026 diperkirakan mencapai 7,3% yoy, lebih rendah daripada 2025 yang sebesar 13,8% yoy.

Percepatan belanja pemerintah pada 4Q26 diperkirakan akan mendorong pertumbuhan DPK dan permintaan kredit, seiring peningkatan likuiditas dalam sistem perbankan dan kepercayaan pelaku usaha.

penyaluran kredit Penyaluran Kredit Perbankan pertumbuhan kredit pertumbuhan kredit perbankan tim riset ekonomi bank mandiri