Laba PGE Melonjak 21,45%, Produksi Panas Bumi Cetak Rekor Tertinggi

Corri | Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:08

Pasardana.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) membukukan laba bersih US$126,62 juta sepanjang Januari–September 2026, tumbuh 21,45% dibandingkan US$104,26 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kinerja positif ini ditopang peningkatan produksi listrik panas bumi dan efisiensi operasional.

Dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10), PGE mencatat pendapatan sebesar US$352,20 juta, naik 10,46% dibandingkan US$318,86 juta pada sembilan bulan pertama 2025.

Sementara itu, laba usaha meningkat 17,44% menjadi US$186,26 juta.

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat mengatakan, pertumbuhan laba yang melampaui kenaikan pendapatan mencerminkan penguatan profitabilitas perseroan, didukung peningkatan produksi, optimalisasi pendapatan, dan disiplin pengelolaan biaya.

Margin laba bersih PGE pun meningkat menjadi 35,95% dari sebelumnya 32,70%.

Dari sisi neraca, total liabilitas turun menjadi US$955,55 juta dari US$988,89 juta pada akhir 2025, sedangkan kas dan setara kas tercatat US$713,68 juta.

Produksi Panas Bumi Lampaui Target

Dari sisi operasional, produksi listrik panas bumi dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri mencapai 4.114 gigawatt hour (GWh), naik 9,79% secara tahunan.

Realisasi tersebut mencetak rekor tertinggi sekaligus mencapai 108,22% dari target 3.801 GWh.

Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho menyebut pencapaian tersebut didukung optimalisasi pengelolaan reservoir, pemeliharaan pembangkit, dan peningkatan keandalan operasional.

Hal itu tercermin dari Equivalent Availability Factor (EAF) sebesar 98,51%, melampaui target 92,20%.

Sementara itu, Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) tercatat rendah, yakni 0,21%, yang menunjukkan terkendalinya gangguan paksa pembangkit.

Bidik Kapasitas 1,8 GW pada 2034

Memasuki satu abad perjalanan panas bumi Indonesia pada 2026, PGE terus mempercepat pengembangan energi bersih melalui sejumlah proyek strategis, termasuk Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani menegaskan, pengembangan panas bumi menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus memperluas manfaat energi bersih bagi masyarakat.

PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034, seiring upaya memperkuat kontribusi panas bumi dalam transisi energi nasional.

PGEO PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Produksi Panas Bumi kinerja perusahaan