Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan hari Rabu (28/10/26).
Indeks S&P 500 naik 0,3% menjadi 7.743,98, Nasdaq Composite menguat 0,3% menjadi 26.549,85, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,2% menjadi 52.475,10.
Kenaikan ini dipimpin oleh saham sektor teknologi dan semikonduktor setelah SK Hynix mencatatkan laba kuartalan yang memecahkan rekor.
Saham Micron melonjak 5,9% dan AMD naik 3,2%, sementara saham sektor keuangan juga bergerak positif, termasuk Morgan Stanley yang menguat 1,7% dan Goldman Sachs yang naik 1,5%.
Para investor juga tengah menantikan laporan laba dari Microsoft dan Alphabet untuk mendapatkan gambaran mengenai prospek pendapatan perusahaan-perusahaan teknologi besar.
SENTIMEN PASAR: Sentimen pasar membaik seiring dengan bangkitnya minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), terutama setelah hasil kinerja perusahaan semikonduktor memperkuat ekspektasi akan permintaan komputasi AI. Meski demikian, kekhawatiran mengenai kebutuhan pendanaan yang besar dan belanja infrastruktur AI masih membayangi keberlanjutan reli pasar ini. Pelaku pasar akan memantau proyeksi belanja modal dari perusahaan-perusahaan "Magnificent Seven" untuk menilai apakah pertumbuhan pendapatan dapat mengimbangi tingkat investasi yang tinggi. Selain itu, laporan laba mendatang dari emiten teknologi akan menjadi tolok ukur penting bagi valuasi saham AI dan arah pasar dalam jangka pendek.
GEOPOLITIK: Perkembangan konflik di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko bagi pasar energi. Investor terus memantau upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut, mengingat potensi gangguan pasokan dapat menjaga harga minyak dan gas tetap berada di level tinggi. Kenaikan harga LNG akibat gangguan pasokan juga mendorong peralihan ke pembangkit listrik tenaga batu bara, sehingga harga batu bara bertahan di dekat level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Perkembangan geopolitik selanjutnya akan menentukan besarnya premi risiko yang tercermin dalam harga energi global.
REGULASI & KEBIJAKAN: Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan (federal funds rate) di kisaran 3,75%–4% dengan hasil pemungutan suara 10 banding 2. Lisa Cook dan Beth Hammack menyatakan pendapat berbeda (dissenting opinion) karena mereka mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Pejabat The Fed, Kevin Warsh, menilai bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih cukup positif, namun ia menekankan bahwa inflasi tetap menjadi fokus utama dalam diskusi kebijakan. Ia juga menyatakan bahwa data ekonomi mendatang akan membantu menentukan langkah selanjutnya. Pasar kini menantikan rilis data PDB AS kuartal ketiga serta indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan September sebagai indikator untuk menilai tekanan inflasi dan ketahanan pertumbuhan ekonomi. FOMC juga mengumumkan bahwa beberapa pertemuan mereka pada tahun 2027 dan 2028 akan difokuskan pada strategi kebijakan moneter.
PENDAPATAN TETAP & MATA UANG: Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke level 102,1 setelah keputusan The Fed, sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun tetap berada di atas 5%. Imbal hasil obligasi tenor 2 tahun turun 4 basis poin menjadi 4,71%. Di Jepang, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik melampaui 2,8%, sedangkan imbal hasil tenor 2 tahun meningkat 3 basis poin menjadi 1,91%. Yen Jepang melemah hingga mendekati level JPY158 per Dolar AS, menghapus sebagian besar penguatan yang tercatat pada minggu sebelumnya. Pergerakan ini mencerminkan penyesuaian pasar terhadap prospek suku bunga serta perubahan permintaan untuk aset pendapatan tetap di kedua negara tersebut.
PASAR EROPA & ASIA:
-Eropa: Pasar saham bergerak variatif. Indeks FTSE 100 Inggris naik tipis seiring penilaian investor terhadap anggaran pemerintah yang menekankan disiplin fiskal serta langkah-langkah untuk meringankan beban biaya hidup. Indeks DAX 40 Jerman bangkit dari pelemahan awal dan naik sekitar 0,4% ke level 25.704, didorong oleh saham-saham sektor perbankan, teknologi, dan utilitas. Indeks CAC 40 Prancis ditutup stagnan di angka 7.887 setelah investor mencerna laporan laba perusahaan yang beragam. Sementara itu, indeks STOXX Europe 600 naik tipis 0,07% ke level 644,14.
-Asia: Pasar saham sebagian besar menguat, dengan indeks KOSPI Korea Selatan memimpin kenaikan sebesar 6,63% ke level 6.012. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,08% ke 63.954, Shanghai Composite menguat 0,91% ke 3.681, dan Shenzhen Component melonjak 2,02% ke 11.473. Di Asia Tenggara, indeks FKLCI Malaysia naik 0,13% ke 1.614 dan indeks STI Singapura bertambah 0,02% ke 5.398. Sebaliknya, indeks BSE Sensex India turun sekitar 0,5% ke 73.246, tertekan oleh kenaikan harga minyak dan arus keluar dana asing.
KOMODITAS: Harga komoditas bergerak variatif. Minyak mentah Brent ditutup di kisaran US$114/barel, naik 0,12%, setelah sempat menyentuh level US$116,5/barel. Minyak mentah WTI tercatat berada di harga US$102,78/barel dengan kenaikan 2,88% dalam perdagangan hari Rabu. Harga batu bara berjangka naik 0,47% menjadi US$150,70/ton, sementara harga emas menguat 0,18% menjadi US$4.067/ounce. Harga tembaga naik 0,29% menjadi di atas US$667,15/lb setelah mencatatkan kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Di sektor logam industri, harga timah melemah 1,45% menjadi US$50.717/ton dan nikel turun 0,15% menjadi US$15.605/ton. Sementara itu, harga minyak sawit Malaysia melemah 0,18% ke level MYR4.454/ton, meski sempat terjadi aksi beli saat harga mendekati level terendahnya dalam hampir dua pekan terakhir.
AGENDA HARI INI:
-Jepang (JP): Indeks Keyakinan Konsumen bulan Oktober.
-Amerika Serikat (AS): Indeks Harga PCE Inti bulanan bulan September, pertumbuhan PDB kuartal III, serta pendapatan pribadi dan pengeluaran konsumen bulan September.
-Kawasan Euro (EA): Keputusan suku bunga ECB, suku bunga fasilitas simpanan, dan konferensi pers ECB.
INDONESIA: Pemerintah tengah menyiapkan dua langkah stimulus untuk menurunkan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sekitar 11%–12% selama periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Stimulus tersebut mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 11% serta diskon 50% untuk biaya jasa kebandarudaraan di bandara-bandara yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Kebijakan ini berlaku untuk penerbangan mulai 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, dengan periode pembelian tiket dari 20 Oktober 2026 hingga 10 Januari 2027. Besaran penurunan harga bergantung pada rute, jadwal penerbangan, komponen tarif, dan ketersediaan kursi.
-Selain itu, pemerintah mempercepat pengembangan sektor hulu minyak dan gas dengan menawarkan 60% dari total 118 blok migas baru melalui proses tender. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyebutkan adanya rencana investasi besar pada tahun 2027, termasuk investasi sekitar US$23 miliar dari ENI dan US$20,9 miliar untuk proyek Abadi Masela yang dikerjakan oleh Inpex. Sejumlah proyek strategis juga tengah dikembangkan, di antaranya JNE#6 dan Maha di Kalimantan Timur dengan potensi produksi gabungan lebih dari 290 MMSCFD; North Hub dengan potensi produksi gas sebesar 1.000 MMSCFD yang ditargetkan beroperasi pada kuartal keempat tahun 2028; serta penemuan gas Geliga dengan potensi lebih dari 6 Tcf yang ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2029. Pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan lifting minyak dan gas nasional, menarik investasi, serta memperluas penciptaan lapangan kerja dan keterlibatan kontraktor lokal.
-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,31% ke level 5.282,31 pada perdagangan hari Rabu (28/10/26). Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp257,74 miliar di pasar reguler dan Rp664,24 miliar di seluruh pasar, sementara transaksi tunai dan negosiasi mencatatkan beli bersih sebesar Rp406,50 miliar. Secara akumulatif sejak awal tahun (year-to-date/YTD), investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp124,67 triliun. Pembelian bersih asing terbesar tercatat pada saham BBCA, BOGA, ASII, GOTO, DEWA, BBRI, BRMS, MBMA, PTRO, dan KLBF. Sebaliknya, penjualan bersih asing terbesar terjadi pada saham TLKM, BMRI, BBNI, AADI, TPIA, PTBA, SINI, TINS, ADRO, dan BRIS. Di pasar valuta asing, nilai tukar Rupiah tetap berada di bawah tekanan di atas level Rp18.170/USD.
-Secara teknikal, IHSG bergerak fluktuatif dan sempat menguji level support di 5.185 sebelum akhirnya rebound dan ditutup di zona positif. Indikator RSI (14) naik ke level 32. Jika IHSG kembali bergerak fluktuatif, indeks berpotensi menguji kembali level support terdekat di 5.185. Jika level tersebut tertembus, IHSG dapat melanjutkan pelemahan menuju level support berikutnya di 5.012 / 4.980. Sementara itu, dalam skenario bullish, IHSG berpotensi menguji level resistensi terdekat di angka 5.317; jika mampu menembusnya, IHSG dapat kembali menuju kisaran resistensi 5.349 / 5.418.
“Para investor disarankan untuk tetap berhati-hati, menerapkan strategi buy on weakness secara selektif, serta menunggu konfirmasi lebih lanjut sebelum melakukan akumulasi secara lebih agresif,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Kamis (29/10).