Pasardana.id — Bank Saqu, layanan perbankan digital milik Astra Financial dan WeLab, memperkuat dukungan bagi pelaku usaha mandiri atau solopreneur melalui ajang Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club 2026.
Berkolaborasi dengan IDN, kegiatan ini mempertemukan ratusan peserta dengan calon pembeli (buyer), investor, praktisi industri, dan mitra strategis untuk membuka peluang bisnis baru.
Digelar di Samisara Grand Ballroom, Sopo Del Tower, Jakarta, acara ini menghadirkan rangkaian diskusi industri, jejaring bisnis, hingga business matchmaking yang dirancang untuk memperluas akses pasar dan mendorong pertumbuhan usaha.
Relationship Banking Director Bank Saqu, Hendrik Komandangi mengatakan, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk kompetitif dan potensi pasar.
Mereka juga perlu memahami kebutuhan konsumen, membangun kemitraan yang tepat, serta menyiapkan pengelolaan keuangan dan modal untuk memperbesar skala bisnis.
“Melalui The Founders Club, kami ingin membantu menghubungkan potensi tersebut dengan peluang bisnis yang lebih konkret,” ujar Hendrik seperti dilansir dalam siaran pers, Rabu (28/10).
Menurut dia, dukungan perbankan tidak sebatas menyediakan akses finansial, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dan memahami kebutuhan nasabah seiring perkembangan bisnis mereka.
Hingga saat ini, Bank Saqu telah melayani lebih dari 3,8 juta nasabah, dengan solopreneur menjadi salah satu segmen utama yang dibidik.
Dukungan pembiayaan diberikan melalui produk Saku Kredit dengan limit awal hingga Rp30 juta serta Kredit Modal Kerja untuk menunjang operasional dan ekspansi usaha sesuai skala bisnis.
Perkuat Kapasitas Usaha, Bidik Empat Sektor Industri
Selain mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra, The Founders Club 2026 menghadirkan sesi Industry Insights untuk membahas peluang pasar, strategi pengembangan usaha, dan pengelolaan keuangan berkelanjutan.
Bank Saqu menyoroti pentingnya menjaga arus kas, merencanakan kebutuhan modal, memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, serta mengelola risiko agar solopreneur dapat mengambil keputusan finansial secara tepat.
Diskusi tersebut berfokus pada empat sektor, yakni industri kopi, makanan dan minuman (food and beverage/F&B), MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions), serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi.
Pertemukan Solopreneur dengan Buyer dan Investor
Agenda utama lainnya adalah Match. Make. Grow! Speed Business Matching Session, yang mempertemukan solopreneur terpilih dengan calon buyer, investor, dan mitra strategis melalui pertemuan bisnis terarah selama sekitar delapan menit per sesi.
Dalam kesempatan tersebut, peserta dapat mempresentasikan produk dan layanan, memahami kebutuhan calon mitra, serta menjajaki kerja sama yang berpotensi ditindaklanjuti.
Sesi ini dirancang berdasarkan kesesuaian kebutuhan dan potensi bisnis masing-masing pihak.
Peluang yang dijajaki mencakup pengadaan produk dan jasa, perluasan distribusi, kemitraan komersial, hingga kolaborasi lintas sektor untuk membuka pasar baru.
Co-Founder & COO IDN, William Utomo mengatakan, peluang pertumbuhan bisnis tidak selalu harus dimulai dengan menciptakan produk atau pasar baru.
Kolaborasi dengan mitra yang memiliki kekuatan saling melengkapi juga dapat membuka jalan bagi ekspansi usaha.
“Kolaborasi yang tepat dapat membuka kanal distribusi baru, memperluas jangkauan konsumen, hingga menciptakan model bisnis yang sebelumnya belum terpikirkan,” kata William.
Melalui program tersebut, IDN berharap para pendiri usaha memperoleh perspektif dan peluang baru yang dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret untuk mengembangkan bisnis.
The Founders Club 2026 melanjutkan program pengembangan solopreneur Bank Saqu yang dimulai pada 2024 melalui Solopreneur Academy.
Jika sebelumnya berfokus pada pembelajaran dan peningkatan kapasitas, inisiatif terbaru ini memperluas dukungan melalui akses pasar, kolaborasi bisnis, dan solusi finansial.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Saqu melalui semangat #SelaluBersama untuk mendampingi solopreneur Indonesia membangun usaha yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.