Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street rally setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuan, sesuai dengan ekspektasi, sehingga investor kini mengantisipasi kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada bulan Des-26. Rabu (28/10), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,19%; S&P 500 menguat 0,28%; dan Nasdaq Composite menguat 0,27%. Dalam konferensi pers setelah pengumuman tersebut, Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa bank sentral telah menegaskan kesediaan dan kesiapannya untuk mengambil tindakan. Perkiraan kenaikan suku bunga ini dapat dipengaruhi oleh data yang akan dirilis pada hari Kamis, termasuk laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) dari Departemen Perdagangan, yang mencakup indikator inflasi acuan bagi bank sentral, serta estimasi awal PDB kuartal ketiga. Saham Micron Technology, melonjak 5,9%; setelah pesaingnya asal Korea Selatan, SK Hynix, melaporkan lonjakan laba kuartalan hingga lebih dari tujuh kali lipat. Saham Microsoft naik lebih dari 4%; menyusul rilis kinerja kuartalan. Sementara, saham Alphabet turun lebih dari 7%; setelah melaporkan labanya. Saham Robinhood turun 3,3%; setelah pelemahan di pasar mata uang kripto menyebabkan laba kuartal ketiga perseroan berada di bawah konsensus. Sedangkan, saham Vertiv melonjak 16,5%; setelah perseroan mencatatkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi serta menaikkan proyeksi laba dan pendapatan untuk setahun penuh. Saham Boston Scientific turun 5,8%; perseroan memangkas proyeksi laba tahunannya.
Di sisi lain, Bursa saham Asia rebound pada perdagangan Rabu (28/10), didorong optimisme terhadap AI menjelang rilis kinerja sejumlah raksasa teknologi AS. Di sisi lain, US$ bertahan di dekat level tertinggi dua pekan menjelang keputusan kebijakan suku bunga The Fed. Indeks Nikkei Jepang menguat 1,08%; sedangkan Topix turun 0,14%. Sejalan, indeks KOSPI Korea Selatan melonjak lebih dari 6%. Sentimen pasar turut ditopang kinerja perusahaan semikonduktor Korea Selatan, SK Hynix, yang melaporkan kenaikan laba operasional QoQ lebih dari tujuh kali lipat. Selain itu, Hang Seng Hong Kong menguat 0,23%; CSI 300 China naik 0,85%; Taiex Taiwan melesat 2,04%; sedangkan ASX 200 Australia turun tipis 0,03%. Selain laporan keuangan perusahaan teknologi, investor mencermati keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu waktu AS. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya. Meski demikian, perhatian investor akan tertuju pada pernyataan pembuat kebijakan mengenai prospek suku bunga ke depan. Kekhawatiran inflasi masih menjadi perhatian, terutama di tengah berlanjutnya perang di Timur Tengah.
Sementara itu, IHSG kemarin (28/10) ditutup naik 0.31%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp258 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, ASII, GOTO, DEWA dan BBRI.
“IHSG masih potensi koreksi sepanjang belum break di atas 5350. Diperkirakan Support IHSG: 5080-5180 dan Resist IHSG: 5300-5330,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (29/10).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: BRMS, MDKA, GOTO, MBMA, AMRT, dan TOBA.
Berikut ini trading plan-nya:
BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 360-380, cutloss di bawah 356. Target dekat di 390-414.
MDKA Spec Buy dengan area beli di 2020-2050, cutloss di bawah 1990. Target dekat di 2100-2170.
GOTO Spec Buy dengan area beli di 23-24, cutloss di bawah 22. Target dekat di 26-27.
MBMA Spec Buy dengan area beli di 320-326, cutloss di bawah 310. Target dekat di 334-342.
AMRT Spec Buy dengan area beli di 1000-1020, cutloss di bawah 1000. Target dekat di 1060-1080.
TOBA Buy on Weakness dengan area beli di 440-450, cutloss di bawah 436. Target dekat di 464-484.
Disclaimer on