Pasardana.id – PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (IDX: BIPP) bersiap menerbitkan 502,86 juta saham baru melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Aksi korporasi ini dibanderol Rp200 per saham dengan target pencatatan pada 5 November 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/10), BIPP akan menerbitkan sebanyak 502.866.937 saham baru.
Saham tersebut akan diserap dua pihak terafiliasi, yakni PT Gratamulia Pratama dan Safire Capital Pte. Ltd.
Perseroan menjadwalkan distribusi atau penerbitan saham baru pada 4 November 2026, sehari sebelum pencatatan di BEI.
Rencana PMTHMETD ini telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Independen pada 16 Oktober 2026.
Manajemen menjelaskan, pemilihan investor terafiliasi didasarkan pada pemahaman mereka terhadap kondisi dan kegiatan usaha perseroan.
Dengan demikian, proses penambahan modal diharapkan berjalan lebih efektif dan tepat waktu, sekaligus memberikan kepastian pendanaan untuk mendukung pengembangan bisnis.
Corporate Secretary BIPP, Arianto Sjarief, menegaskan bahwa pelaksanaan transaksi tersebut tidak akan mengubah pengendalian perseroan.
Dana hasil private placement, setelah dikurangi biaya transaksi, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta memenuhi kebutuhan pendanaan dan modal kerja perseroan maupun entitas anak.
Dana tersebut juga akan menopang pengembangan dan ekspansi usaha, termasuk belanja modal (capital expenditure) dan pengeluaran operasional (operational expenditure).
Pelaksanaan PMTHMETD ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14/POJK.04/2019 tentang perubahan atas ketentuan penambahan modal perusahaan terbuka, serta peraturan pencatatan saham BEI yang berlaku.