Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (27/10), IHSG ditutup melemah 106,96 poin (-1,99%) ke level 5.266,13.
Pelemahan tersebut terutama disebabkan tekanan jual investor asing, di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap risiko pasar domestik.
Tekanan diperkuat oleh pelemahan rupiah yang menembus Rp18.100 per dolar AS dan kenaikan yield obligasi pemerintah 10 tahun ke 7,52%, sehingga meningkatkan daya tarik aset pendapatan tetap dibandingkan saham.
Dari sisi eksternal, tingginya harga energi dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed turut menekan minat investor terhadap aset berisiko.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,03%), S&P 500 (+0,60%), & Nasdaq (+1,18%).
Penguatan tersebut didorong oleh rebound saham teknologi dan semikonduktor menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar.
Sentimen positif diperkuat oleh kenaikan saham Broadcom sebesar 4% setelah pengumuman pendanaan US$63 miliar terkait penggunaan teknologinya oleh Anthropic, serta saham Oracle yang naik +3,6% seiring perluasan kemitraan dengan OpenAI.
Investor juga optimistis terhadap prospek kinerja Alphabet, Microsoft, dan Amazon yang diperkirakan mencatat pertumbuhan positif.
Selain itu, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga turut menopang sentimen pasar.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak cenderung tertekan seiring berlanjutnya tekanan jual oleh investor asing dan tingginya ketidakpastian global,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (28/10).