ANALIS MARKET (28/10/2026): IHSG Diproyeksi Cenderung Bergerak Konsolidasi

Ria | Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:44

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Indeks utama bursa Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan kemarin (27/10), seiring saham-saham teknologi mengangkat bursa saham AS menjelang rilis laporan keuangan pekan ini dari sejumlah raksasa industri dengan valuasi gabungan lebih dari US$10 triliun.

Pelaku pasar juga bersiap menghadapi keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Katalis positif juga terlihat dari harga minyak dunia yang mulai turun, meskipun masih diperdagangkan di sekitar level USD 100/barel menjelang midterm election.

Diproyeksi inflasi energi mulai mereda pada semester 1 tahun depan seiring high base yang terjadi dan terkonfirmasi jika harga minyak mampu breakdown level USD 90/barel.

Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya terkoreksi cukup dalam sebesar -1,99%.

Tekanan pada bursa domestik dipicu oleh derasnya arus modal keluar (capital outflow), di mana investor asing mencatatkan aksi jual bersih (foreign net sell) harian sebesar Rp668 milyar.

Dampak outflow tersebut turut tercermin pada pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp18.154 per USD.

Diperkirakan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahannya dipicu oleh aksi jual yang juga melanda pasar obligasi (bonds market).

“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan cenderung bergerak konsolidasi merespons mulai terbatasnya outflow dengan level support di 5.180 dan resistance di level 5.375,” sebut Ahmad Faris Mu’tashim - Investment Growth Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) analisa market Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI)