Pasardana.id - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, ekspor beras Indonesia ke sejumlah negara terus berlanjut.
Kali ini, penjajakan dilakukan ke tiga negara, seperti Filipina, Timor Leste dan Papua Nugini.
"Ada 2 sampai 3 negara. Itu penjajakan dengan Filipina, Papua Nugini, dengan Timor Leste, negara tetangga kita," ucapnya, Kamis (8/10).
Meski begitu, dirinya belum merinci berapa volume beras yang akan dijajaki untuk diekspor nantinya.
“Belum, belum ada,” timpalnya.
Sebelumnya, Indonesia akan mengekspor beras ke Malaysia dengan potensi pengiriman hingga 200.000 ton senilai Rp3,39 triliun atau Rp17.000 per kilogram (kg).
Ekspor ini akan dilakukan secara bertahap dengan pengiriman perdana 1.000 ton.
Sementara, beras yang diekspor adalah beras premium dengan pecahan 5 persen.
"Mudah-mudahan kita bisa kirim secepatnya, tetapi 1.000 (ton) ini kita minta mudah-mudahan bisa dikapalkan dalam minggu ini karena berasnya ada. Nilainya Rp3,39 triliun kalau 200.000 ton," kata Amran.
Penandatanganan MoU ekspor beras ke Malaysia dilaksanakan di Jakarta, Jumat (14/8) silam.
Ekspor ke Malaysia merupakan bagian dari upaya memperluas pasar ekspor setelah Indonesia mencapai swasembada beras.
Kesepakatan itu ditandai dengan MoU antara Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani dan General Manager Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd, Jumaat bin Ibrahim.
Mentan menuturkan, kebutuhan beras Sarawak mencapai sekitar 200 ribu ton per tahun, sedangkan total kebutuhan Malaysia berkisar 1,5 juta hingga 1,7 juta ton per tahun.
Karena itu, dirinya berharap Indonesia bisa memasok seluruh kebutuhan tersebut, meski tetap mewaspadai dampak El Nino tahun ini.