Pasardana.id– Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan hari Senin (14/9/26).
Indeks Nasdaq Composite turun 0,56% ke level 26.186,41, S&P 500 melemah 0,48% ke 7.619,98, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,29% ke 52.421,20.
Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi menyusul munculnya kekhawatiran mengenai prospek pengembangan AI, di mana indeks semikonduktor SOX anjlok sebesar 5,9%.
SENTIMEN PASAR: Sentimen pasar tertekan oleh kekhawatiran yang meningkat terkait valuasi dan keberlanjutan siklus investasi AI. CEO Anthropic, Dario Amodei, menyerukan perlambatan pengembangan AI karena adanya risiko penyalahgunaan teknologi, dan sejumlah tokoh industri turut mendukung pandangan ini. Di sisi lain, Presiden Donald Trump berpendapat bahwa AS harus mempertahankan keunggulan AI-nya dibandingkan Tiongkok; dengan demikian, perbedaan pandangan mengenai arah pengembangan teknologi ini menjadi sorotan para investor.
GEOPOLITIK: Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama setelah terjadinya eskalasi serangan antara AS dan Iran serta konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi. Risiko terhadap jalur perdagangan dan pasokan energi meningkat, mengingat sekitar seperlima dari pasokan minyak dan LNG dunia sebelumnya melintasi Selat Hormuz. Namun, potensi negosiasi AS-Iran memberikan sedikit ruang bagi meredanya ketegangan geopolitik.
REGULASI & KEBIJAKAN: Fokus kebijakan tertuju pada keputusan The Fed hari Rabu, di mana pasar memperkirakan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Probabilitas kenaikan suku bunga menurut CME FedWatch mencapai 92,5%; jika terealisasi, ini akan menjadi kenaikan pertama sejak Juli 2023.
PENDAPATAN TETAP & MATA UANG: Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun sempat menembus level 5,01% sebelum turun ke 4,96%, sementara imbal hasil tenor 2 tahun naik 5 bps menjadi 4,68%. Di Jepang, nilai tukar Yen bergerak mendekati level JPY154 per Dolar AS, sedangkan imbal hasil JGB tenor 10 tahun berada di kisaran 2,98%, mendekati level tertinggi dalam tiga dekade.
PASAR EROPA & ASIA: Pasar Eropa sebagian besar melemah. Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,4%, sementara DAX Jerman turun lebih dari 0,5% ke kisaran 25.420. CAC 40 Prancis melemah 0,8% ke 8.118, FTSE MIB Italia anjlok 1,7% ke 51.629, dan STOXX Europe 600 turun 0,49%.
-Pasar Asia bergerak variatif. Nikkei 225 Jepang turun 0,81% ke 63.493, KOSPI Korea Selatan anjlok 3,26% ke 6.684, dan Shanghai Composite melemah tipis. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong naik 0,5% ke 24.918, STI Singapura menguat 0,39%, dan FKLCI Malaysia naik 0,67%.
KOMODITAS: Harga komoditas masih didominasi oleh kenaikan di sektor energi. Harga minyak Brent naik 1,73% menjadi US$106,42 per barel, sementara WTI menguat 2,09% ke kisaran US$102 per barel di tengah kekhawatiran akan gangguan pasokan global. Harga batu bara bertahan di atas US$146/ton, didukung oleh potensi beralihnya pembangkit listrik ke batu bara akibat kenaikan harga minyak dan gas. Sebaliknya, harga emas turun 1,42% menjadi di bawah US$4.288/oz dan tembaga melemah 2,32% ke kisaran US$6,4/lb di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Harga nikel turun 0,51% menjadi US$16.440/ton di tengah prospek peningkatan pasokan dari Indonesia, sementara timah terkoreksi 1,80% menjadi US$53.364/ton. Harga CPO Malaysia naik 0,75% menjadi di atas MYR4.850/ton.
AGENDA HARI INI:
-Tiongkok (CN): Produksi Industri (YoY) dan Penjualan Ritel (YoY) bulan Agustus.
-Inggris Raya (GB): Tingkat Pengangguran bulan Juli.
-Jerman (DE): Indeks Sentimen Ekonomi ZEW bulan September.
INDONESIA: Presiden Prabowo Subianto secara resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, untuk melanjutkan masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Prabowo memberikan mandat utama untuk menjaga pengelolaan keuangan negara dan memastikan anggaran negara tetap menjadi instrumen pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas.
-Selain itu, Suahasil meminta para pejabat Kementerian Keuangan untuk melanjutkan upaya menjaga kredibilitas institusi dan kepercayaan publik. Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperketat persetujuan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) dengan menunda pengajuan dari perusahaan tambang yang masih memiliki kewajiban keuangan tertunggak atau belum menyelesaikan reklamasi, sementara sekitar 50 revisi RKAB tahun 2026 masih dalam tahap evaluasi. Sistem RKAB juga dipastikan tetap berbasis tahunan guna menjaga pengawasan dan kedisiplinan di sektor pertambangan.
-IHSG ditutup turun 0,10% di level 6.534,69 pada perdagangan hari Senin (14/9), setelah bergerak di kisaran 6.371,40 – 6.550,00. Investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp330,69 miliar di Pasar Reguler, dengan akumulasi pembelian terbesar pada saham AMMN, BRMS, EMAS, AADI, dan ASII, sementara tekanan jual terbesar terjadi pada saham ANTM, BMRI, BBCA, BUMI, dan TINS. Di pasar valuta asing, Rupiah melemah ke arah Rp17.650 per Dolar AS, melanjutkan pelemahan selama tiga sesi berturut-turut di tengah menguatnya Indeks Dolar AS menjelang pertemuan kebijakan The Fed.
-Secara teknikal, IHSG sempat menyentuh level support dinamis EMA50 dan support kuat di 6.377, kemudian berhasil rebound dan bertahan di atas EMA20 (6.530,95) serta EMA50 (6.428,92). RSI (14) turun ke level 53,38—masih di atas area netral 50—namun mengindikasikan melemahnya momentum penguatan. Jika IHSG gagal bertahan di atas EMA20 pada level 6.531, koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.429 (EMA50), dengan level support berikutnya di 6.377. Sebaliknya, jika IHSG berhasil rebound dan kembali menembus EMA10 di level 6.581 serta 6.642, indeks memiliki ruang untuk menguji level 6.723.
“Kami menyarankan investor untuk bersikap wait and see sembari memantau kemampuan IHSG bertahan di area 6.531–6.429. Investor yang telah mencetak keuntungan dapat menerapkan trailing stop atau melakukan aksi ambil untung (profit-taking) secara bertahap jika IHSG menembus level support tersebut, sementara akumulasi pembelian sebaiknya menunggu konfirmasi rebound dan pergerakan kembali ke atas EMA10 di level 6.581,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Selasa (15/9).