Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup melemah pada Selasa (8/9), tertekan aksi jual saham sektor perangkat lunak di tengah kekhawatiran perkembangan AI akan mengganggu bisnis perusahaan software. Indeks S&P 500 turun 0,58%; Nasdaq melemah 0,32%; dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,18%. Tekanan terbesar pada saham perusahaan software, Salesforce dan Intuit masing-masing turun sekitar 4%, dan ServiceNow melemah 5%. Sektor software dan layanan juga turun 1,4%. Sedangkan, saham perusahaan semikonduktor menguat. Intel melonjak 9%, dan Qualcomm naik 3,2% setelah keduanya mencapai kesepakatan dengan Amazon untuk mengembangkan chip AI khusus. Sentimen lain dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, pada pertemuan tanggal 15-16 September 2026 setelah data ketenagakerjaan AS pada pekan lalu menunjukkan penambahan lapangan kerja pada Agustus jauh di atas perkiraan. Pasar kini menunggu data inflasi produsen dan konsumen AS yang akan dirilis pekan ini. Sementara itu, saham Apple turun 1,2% sehari sebelum perusahaan diperkirakan memperkenalkan iPhone terbaru dalam sebuah acara yang menjadi salah satu sorotan pasar. Saham terkait kripto juga melemah seiring harga bitcoin turun dari level US$80.000. Coinbase terkoreksi 3,1%, sedangkan Strategy turun 4,4%.
Di sisi lain, Pasar saham Asia bervariasi pada perdagangan Selasa (8/9). Investor mencermati penguatan tajam yen Jepang, rilis data ekonomi kawasan yang beragam, serta meningkatnya risiko geopolitik setelah Iran kembali mengancam melakukan pembalasan di kawasan Teluk Persia. Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 1,7%. Di pasar valuta asing, yen menguat sekitar 0,4% ke 153,75/US$, sekaligus menjadi level terkuat sejak 18 Februari. Sementara itu, KOSPI Korea Selatan turun 0,58%; Hang Seng Hong Kong melemah 0,38%; dan S&P/ASX 200 Australia berkurang 1%. Dari sisi ekonomi, data terbaru menunjukkan prospek pertumbuhan kawasan Asia masih beragam. Ekonomi Jepang tumbuh lebih cepat dari estimasi awal pada 2Q26 dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama didukung peningkatan belanja modal perusahaan. Namun, pertumbuhan tersebut masih di bawah konsensus. Data lainnya menunjukkan, upah riil Jepang meningkat 2,4% YoY pada Juli. Sedangkan di Australia, data menunjukkan sentimen konsumen domestik turun tajam pada September.
Sementara itu, IHSG kemarin (08/9) ditutup naik 1.01%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp379 Miliar. Saham yang paling banyak dbeli asing adalah BBCA, BBRI, AMMN, TAPG, dan MDKA.
“IHSG masih berpotensi kembali menguat jika berhasil break resistance 6700. Tapi jika gagal tembus 6700, IHSG akan kembali sideways di range 6580-6600. Diperkirakan Support IHSG: 6580-6600 dan Resist IHSG: 6700-6730,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (09/9)
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: MEDC, TPIA, CUAN, KOTA, BULL, ESSA.
Berikut ini trading plan-nya:
MEDC Spec Buy dengan area beli di 1520-1535, cutloss di bawah 1500. Target dekat di 1560-1600.
TPIA Spec Buy dengan area beli di 1950, cutloss di bawah 1935. Target dekat di 1965-1980.
CUAN Spec Buy dengan area beli di 920-935, cutloss di bawah 910. Target dekat di 950-970.
KOTA Spec Buy dengan area beli di 208-212, cutloss di bawah 204. Target dekat di 218-222.
BULL Spec Buy dengan area beli di 424-428, cutloss di bawah 420. Target dekat di 434-440.
ESSA Spec Buy dengan area beli di 680-690, cutloss di bawah 680. Target dekat di 705-725.
Disclaimer on