Seskemenko Sebut Investasi KEK Kuartal I Capai Rp353,5 Triliun

Ronal | Selasa, 7 Juli 2026 - 09:19

Pasardana.id – Pemerintah mencatat investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah mencapai realisasi kumulatif sebesar Rp535,5 triliun hingga kuartal I 2026.

Dengan aliran investasi tersebut, daya serap untuk tenaga kerja sebanyak 266.000.

Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah dinamika ekonomi global serta sejumlah catatan dari lembaga pemeringkat internasional.

"Kami meyakinkan bahwa di Kawasan Ekonomi Khusus, hampir semuanya, khususnya yang berbasis industri manufaktur, investasi terjadi peningkatan yang luar biasa," kata dia, di Jakarta, Senin (06/7).

Rasa optimisnya itu didukung oleh tingkat keterisian sejumlah KEK yang telah mencapai kapasitas maksimal.

Susiwijono mencontohkan, tiga KEK berbasis industri yang menunjukkan kinerja paling optimal, yakni KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang.

Bahkan, ketiganya juga mengajukan permohonan perluasan lahan dan pengembangan kawasan dengan rata-rata mencapai dua kali lipat dari luas eksisting.

Tujuannya agar bisa mengakomodasi permintaan investasi baru.

"Ini membuktikan bahwa investasi riil di industri manufaktur masih sangat menjanjikan di Indonesia," ujarnya.

Dengan adanya rencana perluasan tersebut, Susiwijono menyebutkan, terdapat potensi investasi baru sebesar Rp 846 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Ia meyakini, peluang tersebut menunjukkan iklim investasi di Indonesia masih menarik bagi investor.

"Artinya, iklim investasi di Indonesia masih sangat kondusif dan masih sangat menarik bagi investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI), khususnya di industri manufaktur," ujarnya.

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono kawasan ekonomi khusus daya tarik investasi penyerapan tenaga kerja