Saham JELI Resmi Melantai di BEI, Siapkan Akselerasi Bisnis Usai Raup Dana IPO Rp239,4 Miliar

Harry | Selasa, 7 Juli 2026 - 10:13

Pasardana.id - PT Niramas Utama Tbk (Perseroan), produsen makanan dan minuman berbasis kelapa dengan merek INACO, resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham JELI pada hari ini, Selasa, 07 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Niramas Utama Tbk, Yusuf Hamdani, menyampaikan, di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik global, Perseroan berhasil merealisasikan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebagai langkah strategis dalam memperkuat pertumbuhan dan meningkatkan nilai bagi para pemangku kepentingan.

"Pencatatan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjalanan PT Niramas Utama Tbk. Kami menyampaikan apresiasi kepada para investor, regulator, mitra bisnis, dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan serta mendukung proses Penawaran Umum Perdana Saham ini. Kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab bagi Perseroan untuk terus menjaga kinerja, memperkuat tata kelola perusahaan, dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham" ujar Yusuf Hamdani.

Diketahui, dalam Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 266.000.000 saham baru atau setara dengan 21,01% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp900 per saham, yang merupakan batas bawah dari kisaran harga penawaran awal sebesar Rp900–Rp1.120 per saham sebagaimana tercantum dalam prospektus.

Melalui penawaran umum perdana saham ini, Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp239,4 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.

Tingginya minat investor terhadap IPO Perseroan tercermin dari kelebihan permintaan yang mencapai 273,37 kali pada porsi pooling, dengan partisipasi sebanyak 630.491 pemesan.

Capaian tersebut menjadikan IPO JELI sebagai salah satu penawaran umum perdana saham dengan tingkat partisipasi investor ritel terbesar di pasar modal Indonesia pada tahun 2026.

Pada perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia, saham PT Niramas Utama Tbk (IDX: JELI) dibuka pada harga Rp900 per saham.

Adapun dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham akan digunakan untuk mendukung strategi pertumbuhan Perseroan dengan alokasi untuk empat tujuan utama.

Porsi terbesar sekitar 56,70% akan disertakan sebagai modal kepada PT NPS selaku perusahaan anak untuk belanja modal, guna meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly dalam mendukung permintaan domestik dan ekspor kategori yang menjadi katalis pertumbuhan baru bagi perseroan pasca-IPO.

Sekitar 10,04% akan digunakan untuk belanja modal, berupa pembelian mesin dan peralatan produksi, mencakup peningkatan kapasitas gudang serta efisiensi logistik.

Sebesar 10,90% diarahkan untuk pembayaran sebagian utang jangka pendek.

Sisanya sekitar 22,36% akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kelancaran operasional dan pertumbuhanusaha.

Menanggapi pencatatan perdana ini, Bernadus Wijaya, Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas, menyampaikan optimismenya terhadap prospek INACO ke depan.

"Kami meyakini bahwa pencatatan INACO di Bursa Efek Indonesia hari ini merupakan awal dari babak pertumbuhan baru yang menjanjikan. Dengan fondasi bisnis yang telah terbukti selama lebih dari tiga dekade, strategi ekspansi yang terstruktur, serta momentum efisiensi yang telah menghasilkan perbaikan profitabilitas signifikan, INACO memiliki semua elemen yang diperlukan untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham. PT Sucor Sekuritas bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan penting ini dan berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan perusahaan-perusahaan Indonesia yang berkualitasdi pasar modal," ujar Bernadus, seperti dilansir dalam siaran pers, Selasa (07/7).

Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp753,05 miliar.

Meskipun penjualan mengalami penyesuaian sebesar 6,02% pada tahun 2024 dan kembali turun 4,49% pada tahun 2025, Perseroan berhasil meningkatkan profitabilitas dengan mencatat pertumbuhan laba tahun berjalan sebesar 592,50% pada tahun 2024 dan kembali meningkat 235,50% pada tahun 2025.

Pencapaian tersebut didukung oleh efisiensi operasional, optimalisasi biaya bahan baku, serta strategi pengembangan portofolio produk dengan margin yang lebih tinggi, yang mencerminkan semakin kuatnya kinerja operasional dan fundamental bisnis Perseroan.

Selama lebih dari tiga dekade, Perseroan terus memperkuat bisnisnya di industri makanan dan minuman berbasis kelapa dengan dukungan fasilitas produksi di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi.

INACO telah memperluas jangkauan pasar ke berbagai negara, termasuk Australia, Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat, sebagai bagian dari strategi ekspansi global.

Selain pertumbuhan bisnis, Perseroan juga berkomitmen terhadap keberlanjutan melalui pemberdayaan petani lokal sebagai pemasok bahan baku serta penciptaan lapangan kerja di berbagai wilayah operasional.

Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperluas jaringan distribusi, serta mengembangkan inovasi produk guna menangkap peluang pertumbuhan industri FMCG di pasar domestik maupun global.

“Dengan dukungan dana hasil IPO, Perseroan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjalankan rencana pengembangan usaha sesuai strategi yang telah ditetapkan. Kami akan terus berfokus pada peningkatan kapasitas, penguatan operasional, dan pengembangan pasar guna mendorong pertumbuhan kinerja Perseroan di masa mendatang,” tegas Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman.

Initial Public Offering (IPO) Listing Bursa Efek Indonesia PT Niramas Utama Tbk JELI INACO