Pasardana.id - Bursa saham Asia melemah pada Selasa (5/5/2026), dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Seperti diwartakan Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,42 persen.
Tensi di Timur Tengah meningkat setelah sebuah kapal Korea Selatan dikabarkan mengalami serangan di Selat Hormuz, yang menyebabkan terjadinya ledakan di kapal tersebut.
Kejadian tersebut membuat pelayaran melalui Selat Hormuz masih dianggap berbahaya, meski Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Angkatan Laut AS akan memastikan keamanan kapal-kapal yang melintasi selat tersebut.
Ketegangan di Timur Tengah juga meningkat dipicu terjadinya serangan rudal dan drone Iran terhadap wilayan Uni Emirat Arab.
Bursa Efek Tokyo dan Bursa Efek Korea tutup sehubungan berlangsungnya libur anak di Jepang dan Korea Selatan.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 16,6 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 8.680,5. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam dan Indonesia menguat.
Bursa saham di Tiongkok, selain Hong Kong, masih tutup sehubungan berlangsungnya libur panjang Hari Buruh. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong turun 197,27 poin, atau sekitar 0,76 persen, menjadi 25.989,61.