Rupiah Masih Melemah, Bank Indonesia Optimalkan Intervensi di Pasar Valas

Issa | Selasa, 5 Mei 2026 - 12:38

Pasardana.id - Bank Indonesia akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Kepastian itu disampaikan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI Erwin Gunawan Hutapea, Selasa (05/5/2026).

Erwin menyampaikan, bahwa pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

Berdasarkan data yang Erwin sampaikan, Philippine Peso melemah sebesar 6,58%, Thailand Baht melemah 5,04%, India Rupee melemah 4,32%, demikian pula dengan Chile Peso (-4,24%), Indonesia Rupiah (-3,65%), dan Korea Won (-2,29%).

Dengan kondisi itu, Erwin menyebut, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.

Langkah ini, kata Erwin, dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global.

Bank Indonesia pun terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

depresiasi Rupiah gejolak nilai tukar rupiah Bank Indonesia